mengajari anak kecil kata2 “gembel”

Standar

Jujur, kadang gue kasian sama anak2 under 10 zaman sekarang. Punya kakak-kakak kayak kami, manusia-manusia jelata berkulit langsat! Mungkin gak semua anak under 10 bernasib sesial adek temen gue ini.

Jadi gini. Hari itu, siang yang cerah. Tanggal 26 Juni 2011. Gue, temen gue dan temen temen gue (halah) lagi senggang duduk2 di sekolah. Waktu itu kebetulan (gak kebetulan juga sih sebenarnya) ada Porseni di sekolah gue. Yang ngadain paroki. Kami, sebut saja ‘Gue’, ‘Yolan’, ‘Vanya’, dan ‘Udin’ bertugas menjaga meja registrasi.

Hari semakin siang, ga heran kalau kami jadi bosen. Lalu, datanglah berkah dari Tuhan, seorang anak kecil, polos.

Dia adalah adek temen gue.

Gue pun langsung berencana untuk menganiaya dia. Gue ambil (?) dia, gue peluk, gue pangku.

“Namanya siapa, deeek?? ♥” tanya gue sok imut.

Adek temen gue itu menolak menjawab. Terang saja, ditanyai oleh mahkluk alien yang belom teridentifikasi seperti gue, dia pasti takut diculik.

“Dek, ditanyain itu namanya siapa.” Bujuk kakaknya, si Yolan.

“…vin” jawabnya pelan.

“Apaa!?” Desak gue ganahan.

“Kevin!”

“OHH!” *sunyi awkward*

Terus gue ngajarin dia kata kata unbelievable buat anak seumuran dia.

“KONOTA̶S̶U̶ASI!”

“Wonowasi!”

“DESTINASI!”

“Swesinasi!”

“NASIONALISME!”

“Gabisa!”

“Bisa!”

“Gabisa!”

“Ngomong dulu coba! Nasionalisme!”

“Nasi- onal – lisme!”

Absurd.

Terus Vanya mulai mengajari kata2 kurang senonoh.

“Bilang, Udin GEMBEL”

“Nggakbisa” ternyata anak ini cukup waras.

Nggak lama setelah itu, Kevin pergi. Dia berontak2 dari pelukan gue (gue: “Dek! Jangan menggelinjang!!”). Terus gue lepasin, takut ih, anak orang. Seiring dia pergi, mi goreng pesanan Vanya dari kantin dianter.

Yang mengelola kantin dadakan ini kan anak-anak sekolahan. Jadi, yang anter mi goreng ini anak sma kelas 2, cewek, yang jalannya agak catwalk. Kata Vanya sama Udin, namanya Inem si Pelayan Seksi.

Gue langsung terinspirasi. Waktu Kevin balik, gue segera menyuruh dia bicara “Pelayan seksi! Ngomong!” Untungnya sih, Kevin gakmau belajar ngomong itu.

Kemudian gue mulai menyalurkan kealienan gue. Gue nyuruh Kevin belajar mengucapkan “Alien”. Dan dia bisa! Horee! Vanya juga ngajarin ngomong “Ekstraterrestrial”. Kereen. Dia bisa! “Ektateleslial”

Di luar dugaan, ternyata anak kecil yg gue kira polos ini telah mempelajari kalimat “Dasar lu anak GOBLOK!” #syok gua, dia kan masih anak-anak, uda tau kalimat kurang ajar begitu aja. (˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ) syoookk. Dia ngomong gitu ke kakak dan mamanya sendiri!

Gue demen deh menganiaya anak kecil. Jadi, si Yolan nanya gue: “Chin, bukannya loe ga suka anak kecil?” Gue: “ya kalau menyiksanya gue suka Yol.” Kevin: “menyiksa itu apa?” Gue(mengelabui): “tindakan untuk menyenangkan hati seseorang dek. Bikin seneng. Aku nyiksa kamu nih sekarang” Kevin: *percaya*.

Gue hanya terharu, waktu dia dijemput pulang oleh bapaknya naik sepeda, gue dan dia saling bersahut2an, “alieen! Alieen!” ;;)

Genochin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s